Sistem Managed File Transfer (MFT) Part 1
Latar Belakang
Batasan:
Artikel ini menjelaskan
lebih spesifik latar belakang penerapan MFT dalam sistem perbankan. Secara umum
MFT adalah standard software yang bisa diterapkan untuk berbagai industri atau
keperluan bisnis apapun tidak hanya untuk bisnis perbankan https://en.wikipedia.org/wiki/Managed_file_transfer.
Perbankan sebagai institusi penyedia jasa keuangan memiliki dua jenis nasabah yaitu nasabah retail/personal/individu dan nasabah perusahaan/corporate. Secara bisnis corporate memerlukan jasa atau layanan perbankan untuk melakukan berbagai macam aktifitas bisnis mereka sesuai dengan kebutuhannya, seperti contohnya:
1.
Sistem penggajian karyawan (payroll)
sebagaimana umum diterapkan oleh semua corporate
2.
Sistem pembayaran SPP untuk institusi
universitas
3.
Sistem informasi tagihan dan
pembayarannya seperti misalnya untuk perusahaan penyedia jasa telekomunikasi
atau listrik PLN
4.
Sistem informasi tagihan premi
institusi asuransi
5.
Sistem informasi pembagian dividen dan
pengenaan biaya (charge fee) perusahaan investasi
6.
Sistem informasi tagihan untuk
perusahaan multi-finance seperti misalnya KPR, kredit kendaraan, dsb.
7.
Dan masih banyak contoh-contoh
lainnya.
Salah satu ciri kas dari contoh-contoh jenis-jenis
transaksi corporate di atas adalah datanya dalam volume banyak/besar karena
menyangkut data-data anggotanya, misalnya data karyawan, data pelanggan PLN,
data nasabah peminjam kredit motor, dsb. Pengiriman data secara online (via
jaringan IT) dengan ukuran data yang besar akan lebih efektif dan efisien bila
menggunakan format file.
Dari sini kemudian bisa diselaraskan dengan pengertian
MFT atau Managed File Transfer, yaitu pada kata 'file'. Namun hal ini bukan
merupakan satu alasan karena format file juga menjadi standard seperti CSV,
TXT, XML atau format-format lain seperti XLS, PDF sehingga lebih compatible
untuk bisa saling dipahami content-nya antar sistem.
Kemudian selain kata file ada kata 'managed' dan
'transfer'. Berikut pembahasan untuk kata 'managed' dulu.
Kembali ke bahasan bisnis, di atas telah disebutkan
beberapa contoh jenis interaksi bisnis corporate dengan institusi bank, disebut
dengan jenis layanan atau service. Sebagai contoh salah satu bank, sudah
diterapkan lebih dari 33 jenis service dan sudah ada lebih dari 600 perusahaan / corporate
yang terdaftar dan menggunakan service-service yang telah disediakan tersebut.
Satu corporate bisa menggunakan lebih dari satu service, sehingga saat ini
secara total ada lebih dari 1200 hubungan/relasi/koneksi bisnis corporate dan service-nya
yang aktif. Maka dapat dibayangkan kompleksitas pengelolaannya.
Secara operasional tentu juga semakin kompleks dengan jumlah transaksi harian. Bila di-rata-data, saat ini transaksi harian sudah mencapai ....
Bisa dilihat kelihatan arahnya yaitu bagaimana
mengelola (manage) relasi/koneksi corproate dan services tersebut, demikian
makna kata 'managed' dari MFT. Berikutnya akan dijelaskan lebih detail mengenai
bagaimana mengelolanya, yang paling sederhana adalah ketika suatu perusahaan
datang ke bank untuk mendaftar service tertentu, karena dengan menerapkan
koneksi MFT ini tentunya akan menguntungkan suatu perusahaan karena proses
bisnisnya akan menjadi otomatis. Memang tujuan IT, dengan mengotomasi proses
maka akan mempercepat proses dan mengurangi campur tangan manusia sehingga
meminimalisir kesalahan (human error). Dapat ditangkap, managed diawali dengan
proses pendaftaran atau registrasi corporate, proses lanjutan-lanjutannya akan
lebih banyak lagi.
Kemudian terakhir adalah kata 'transfer', penerapan
MFT sudah barang tentu menghubungkan atau secara sistem tentu ada koneksi
antara sistem corporate ke sistem MFT di institusi bank. Setiap korporate yang
sudah mendaftar selanjutnya akan melakukan aktifitas / rutinitas transaksi
sesuai proses bisnis setiap perusahaan tersebut dengan mengirimkan file yang
berisi data-data sebagaimana dijelaskan dengan kata 'file' di bagian atas.
Pengiriman atau transfer ini tentu melalui jaringan
antar sistem dalam hal ini adalah jaringan internet (over internet network)
tetapi yang khusus atau tertutup (private network). Dan tentunya bisa dipahami
juga, dalam hal kirim-kiriman file, apalagi bila file yang dikirim dalam volume
/ size besar (bisa sampai ukuran Gb) berikut pertimbangan faktor bandwidth,
maka dihadapkan pada berbagai macam masalah ketidakpastian. Apakah datanya
sampai ke tujuan? Apakah datanya sampai dalam kondisi lengkap atau corrupt?
Apakah ketika jaringan putus dalam proses pengiriman bisa melakukan resume?
Apakah dalam kondisi bandwidth kecil datanya dapat di-chunk dalam paket-paket
kecil sehingga pengiriman lebih efektif? Apakah datanya bisa di-compress supaya
lebih efektif?
Faktor-faktor diatas belum mempertimbangkan aspek
keamanan. Apakah datanya secured, bagaimana kalau ada yang nge-tap di tengah
jalan dan dibuka isinya oleh orang-orang yang tidak berkepentingan? Bagaimana
kalau ada orang memodifikasi datanya sehingga datanya sudah tidak asli lagi?
Atau pengirimnya adalah pengirim palsu?
Berikut ringkasan dalam hal pertimbangan transfer
data:
1. Meyakinkan ketepatan
data (integrity) , data harus lengkap tidak kurang sedikitpun dan benar
pengirimnya atau terpercaya (trusted).
2. Kecepatan dan
ketahanan dalam kondisi apapun jaringan atau bandwidth dan dengan volume data
sebesar apapun (reliability).
3. Keamanan
(confidentality).
Disingkat CRIT (confidentiality, reliability,
integrity, trusted)
Kesimpulan terakhir, tentunya sudah bisa dipahami
latar belakang urgensi dari penerapan sistem MFT atau Managed File Transfer
ini.
Tunggu episode berikutnya ...
I was reading some of your content on this website and I conceive this internet site is really informative ! Keep on putting up. File transfer
ReplyDelete